Pengertian, Prosedur, hingga Jenis Operasi Hernia!
Pernah dengan istilah ‘turun berok’? Dalam medis, ini disebut hernia, penyakit benjolan di sekitar perut dan selangkangan. Hernia umumnya tidak mengancam nyawa, namun dapat berbahaya jika terjadi komplikasi. Penanganannya pun dapat dilakukan dengan dua jenis operasi hernia yang masuk dalam kategori bedah digestif.
Karena itu, jika mengalami gejalanya, Anda dapat segera berkonsultasi ke rumah sakit seperti St. Carolus. Sebab, rumah sakit ini memiliki fasilitas modern dengan layanan dari dokter spesialis berpengalaman. Anda pun dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memutuskan jenis operasi yang paling tepat dan sesuai kebutuhan.
Apa Itu Penyakit Hernia?
Hernia merupakan kondisi ketika organ tubuh (usus) terdorong keluar melalui dinding otot, di mana hal ini seharusnya tidak terjadi karena dinding otot bertugas menahannya. Dilansir dari Continuing Medical Education, benjolan abnormal ini terjadi karena ada kecacatan atau dinding otot yang melemah.
Dalam banyak kasus, hernia paling sering muncul berupa benjolan di sekitar area pusar, perut, hingga selangkangan. Penyakit ini bisa dipicu banyak hal, seperti mengangkat beban yang terlalu berat, obesitas, batuk kronis, hingga genetik. Jika dibiarkan, hernia pun dapat mengganggu aliran darah.
Perlu Anda ketahui, hernia merupakan salah satu penyakit yang tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Jadi, Anda memerlukan prosedur operasi untuk mengatasi benjolan tersebut.
Prosedur dan Jenis Operasi Hernia
Pada dasarnya ada dua jenis operasi yang dapat dilakukan. Keduanya juga memiliki prosedur yang berbeda. Berikut ini informasi lengkapnya.
1. Operasi Hernia Terbuka (Konvensional)
Pada metode operasi hernia konvensional, akan dibuat sayatan yang cukup besar (sekitar 6-8 cm) di area benjolan. Selanjutnya, organ dan jaringan yang menonjol tersebut akan dikembalikan ke posisi semula, lalu dinding otot diperkuat. Pada kasus tertentu, digunakan juga jaringan sintetis (mesh) untuk menutup area yang lemah.
Pada umumnya, pasien yang melakukan jenis operasi hernia konvensional bisa langsung dipulangkan pada hari yang sama. Namun, pemulihannya cenderung lama, yakni sekitar tiga minggu. Kelebihan prosedur ini adalah durasi operasi yang lebih cepat, biayanya pun lebih terjangkau dibanding jenis operasi lain.
2. Operasi Laparoskopi
Selanjutnya adalah laparoskopi. Operasi ini menggunakan sayatan kecil (sekitar 1-2 cm saja) sebagai pintu masuk kamera dan alat medis khusus. Nantinya, gambar dari kamera akan ditampilkan di monitor, sehingga dokter bisa melakukan tindakan dengan tepat.
Keuntungan dari metode ini adalah minimnya rasa sakit pasca operasi. Tak hanya itu, bekas lukanya lebih kecil dan pemulihannya tidak selama operasi konvensional. Sayangnya, jenis operasi ini cenderung mahal karena membutuhkan penggunaan peralatan canggih.
Sudah Tahu Apa Saja Jenis Operasi Hernia?
Hernia memang bisa tampak sepele di awal, tapi jangan dianggap enteng. Sebab, jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada komplikasi serius. Jika Anda mengalami hal ini maupun gangguan saluran cerna lainnya, spesialis bedah digestif dari RS St. Carolus dapat menjadi tenaga medis paling tepat dan mumpuni yang dapat mengatasi.
Dokter spesialis di St. Carolus sudah profesional menangani operasi di area pencernaan, termasuk hernia. Jadi, jika Anda sedang mencari solusi terpercaya untuk operasi hernia, berkonsultasilah dengan dokter spesialis agar penanganan lebih akurat dan pemulihan lebih optimal. Ayo, buat janji temu secepatnya!
Referensi:
http://alodokter.com/operasi-hernia-ada-dua-operasi-terbuka-dan-laparoskopi
https://hellosehat.com/pencernaan/pencernaan-lainnya/operasi-hernia/
https://www.ramsayhealth.co.uk/blog/general-surgery/what-type-of-hernia-requires-surgery
https://proceedings.ums.ac.id/kedokteran/article/view/2132
https://rsudpasarminggu.jakarta.go.id/poliklinik/detail/klinik-bedah-digestif
